Beradu dengan Waktu Salat, Persiraja Minta Perubahan Jadwal Pertandingan
Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam. Foto: MO

Beradu dengan Waktu Salat, Persiraja Minta Perubahan Jadwal Pertandingan

BANDA ACEH - Persiraja Banda Aceh menjadi salah satu tim di antara delapan tim yang akan berlaga di babak delapan besar Liga 2 musim ini. Draft jadwal pertandingan pun sudah diterima setiap peserta, termasuk Persiraja.

Namun, dalam jadwal yang sudah disampaikan ke klub itu, Persiraja yang bermarkas di Ibu kota Provinsi Aceh, Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, dijadwalkan untuk memulai laga pada pukul 15.30 WIB.

Hal ini tentu tak seperti biasanya, Persiraja musim ini selalu memainkan pertandingan setiap pukul 20.30 WIB malam, setelah salat isya. Jadwal babak delapan besar yang rencana dihelat pukul 15.30 WIB mendapat respon dari manajemen Persiraja.

Manajemen klub berjuluk Laskar Rencong pun langsung mengirim surat resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB). Permintaan perubahan jadwal pertandingan tak sekali ini diajukan manajemen Persiraja. Sebelumnya pertandingan Liga 2 2018 berlangsung, manajemen Persiraja sudah pernah mengajukan permintaan perubahan jadwal. Saat itu PT LIB mengabulkan permintaan perubahan jadwal itu.

Presiden Klub Persiraja, Nazaruddin Dek Gam mengatakan sudah meminta kepada pengurus untuk segera mengirimkan surat untuk permitaan perubahan jadwal pertandingan.

“Saya sudah memerintahkan Sekretaris Umum (Sekum) untuk segera buat surat perubahan jadwal Kick off. Tidak mungkin pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB, itu sangat mengganggu ibadah. Ibadah adalah nomor satu dan yang paling utama, maka kami tidak setuju kalau sepak bola mengganggu ibadah," kata Nazaruddin, Selasa (23/10).

Menurutnya kalau PT LIB dan PSSI memahami kekhususan Aceh selaku daerah syariat Islam, maka mereka harus menyetujui permintaan tersebut. Apalagi Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi akan menjadi contoh atau model kabupaten kota yang lain.

“Surat sudah dikirim, saya yakin akan ada perubahan, mohon doa dan dukungan masyarakat Aceh,” kata Dek Gam--sapaan akrab Nazaruddin.

Surat yang dikirimkan Persiraja ke PT LIB dan PSSI

 

Berdasarkan peraturan daerah Provinsi Aceh, Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam yang dikuatkan dengan Peraturan Wali kota Banda Aceh, Nomor 11 tahun 2017, tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, tentang ketentuan pemakaian Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, laga bisa dihentikan bila bertentangan dengan pelaksanaan Syariat Islam.

Berikut isi surat yang dikirim kepada PT. LIB:

1. Pemberlakuan Syariat Islam di Aceh mengharuskan semua kegiatan, terutama yang menyangkut keramaian harus disesuaikan dengan jadwal ibadah terutama menyangkut shalat lima waktu. Jadwal yang dikeluarkan PT. LIB mengenai pertandingan yang harus diselenggarakan pukul 15.30 WIB, sangat tidak memungkinkan dilaksanakan karena dapat mengganggu dua waktu shalat, yaitu shalat ashar dan shalat magrib. Hal ini akan dapat berdampak buruk pada citra Persiraja Banda Aceh, Persiraja akan dianggap sebagai klub yang tidak taat pada penegakan Syariat Islam, akan sangat berdampak bagi keberlangsungan klub Persiraja, terutama pendapatan dari pemasukan tiket.

2. Pemerintah kota Banda Aceh, melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga sebagai pemilik dan pengelola Stadion H. Dimurthala Lampineung Banda Aceh, juga tidak memberi izin penyelenggaraan pertandingan pada sore hari, karena pertandingan Liga akan menghadirkan belasan ribu penonton dan tidak boleh mengganggu pelaksanaan ibadah, apalagi keberadaan Stadion yang sangat berdekatan dengan Mesjid Agung Kota Banda Aceh. Hal ini disampaikan kepada kami melalui surat Nomor 426/439 Tanggal 22 Oktober 2018 (Terlampir), yang intinya menyampaikan bahwa Pelaksanaan Kegiatan sepak bola harus menghormati dan sesuai dengan Qanun/Perda Provinsi Aceh Nomor 5 tahun 2000 tentang: Pelaksanaan Syariat Islam yang diperkuat oleh Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 11 Tahun 2017 Tentang: Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

3. Berdasarkan hal tersebut diatas kepada pihak PT. Liga Indonesia Baru, sebagai operator Liga dengan ini kami meminta agar jadwal Kick Off pertandingan Home Persiraja Banda Aceh dapat diubah menjadi pukul 20.15 WIB, mengingat semua pertimbangan yang sudah kami sampaikan di atas. (MO)

Leave Comment

Loading...