Persiraja Gagal Amankan Tiga Poin

Diimbangi Cilegon United

Persiraja Gagal Amankan Tiga Poin

Banda Aceh  - Tim sepakbola Persiraja Banda Aceh hanya mampu bermain imbang saat menjamu Cilegon United FC, dengan skor kacamata 0-0. Hasil ini menjadi berkah bagi kubu tamu dalam lawatannya ke Aceh, sebelumnya mereka baru saja takluk di Pekanbaru, kalah 2-1 dari PSPS.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion H Dimurtala, Rabu malam (18/7), disaksikan 3.700 pasang mata berlangsung dramatis. Di awal laga kejutan terjadi, tim tamu Cilegon United justru terlebih dulu memegang kendali permainan, penguasaan boa di lini tengah menjadi milik mereka. Hanya saja, efektivitas masih menjadi masalah. Walaupun bola cenderung dipegang tim tamu, peluang emas malah lebih dulu diperoleh Persiraja. 

Sayap lincah Persiraja, Vivi Asrizal yang meliuk-liuk di sayap kanan, terpaksa dijatuhkan, wasit meniup pelanggaran. Tendangan bebas tersebut diambil oleh The Sniper -julukan Hapidin, striker Persiraja. Tendangan pemain bernomor punggung 9 menyasar sisi kiri bawah gawang Cilegon United, sayang, masih mengenai kaki kiper yang tampaknya (awalnya) menduga bola off target.

Lepas tendangan bebas tersebut, anak-anak Persiraja baru bisa menguasai bola dengan lebih banyak melakukan umpan-umpan panjang. Sebaliknya, Cilegon United lebih sering bermain dengan umpan-umpan pendek. Perpaduan antara gelandang gaek sekaligus kapten, Rinto Ali dengan mantan gelandang timnas U-23, Johan Juansyah mampu memberikan warta tersendiri di lini tengah.

Berkaca dari permainan yang monoton di paruh pertama, babak kedua Persiraja langsung melakukan perubahan. Juru gedor tuan rumah, Fahrizal Dillah yang kurang eksplosif langsung ditarik dan digantikan gelandang muda Ferry Sandria. Masuknya gelandang bernomor punggung 19 ini dimaksudkan untuk menjadi katalisator di lini tengah, membantu Viktor Pae dan Mukhlis Nakata. 

Tuan rumah langsung menggebrak pertahanan Cilegon United. Kombinasi umpan pendek dan direct long ball jauh lebih hidup. Eksesnya adalah, beberapa peluang emas diperoleh Laskar Rencong -julukan Persiraja. 

Asep Budi tercatat dua kali memperoleh peluang matang. Menit ke 59, berawal dari tendangan bebas Viktor Pae, berada dalam posisi nyaris tak terkawal, andai bola berhasil ditanduk akan menghasilkan gol.

Sedangkan di menit ke 75, tendagan penjuru yang dieksekusi Hapidin ditanduk Asep, sayang masih berhasil diamankan. Menjelang pertandingan usai, salah satu kemelut di mulut gawang Cilegon United nyaris menghasilkan gol, sayangnya Ferry tidak berhasil memanfaatkan kesempatan yang ada.

Di sisi yang lain, Cilegon United bermain cukup disiplin di sepanjang laga. 4 pemain bawah tim berjuluk Laskar Geger ini hampir tidak sekalipun meninggalkan posisinya. Kendatipun kendali permainan tak lagi didominasi, selepas sang kapten Rinto Ali ditarik keluar karena mengalami cedera. 

Namun, beberapa kali serangan balik mereka cukup mengancam. Salah satunya melalui solo run pemain bernomor punggung 23, Ade Ivan Hafiilah. Sigapnya palang pintu Persiraja, Luis Irsandi membuat kubu tamu juga gagal mencetak gol. Hingga peluit akhir ditiupkan sang pengadil, skor 0-0 tidak berubah. (MO)

Leave Comment

Loading...