Senja Di Yogyakarta

Catatan Sekum Persiraja, Rahmat Djailani

Senja Di Yogyakarta

Senja menyambut kami di Yogya. Boing 737-800 ER, milik maskapai Air Asia mengantarkan kami sampai kesini, bandara Adi Soecipto. Setelah transit selama 4 jam di Kuala Lumpur, akhirnya tiba di Yogya dengan bahagia.

Sudah sampaikah? Belum.
Masih harus menmpuh jalur darat selama 4-5 jam, baru tiba di tempat tujuan; Batang.

Ini adalah away pertama Persiraja dalam menghadapi kompetisi Liga 2 Indonesia tahun 2019. Menghadapi Persibat Batang. Setelah merombak tim dan menunjuk pelatih kepala yang baru, Persiraja menyatakan diri siap menghadapi Liga 2 Indonesia.

Hendri Susilo ditunjuk sebagai pelatih kepala. Didampingi Akhyar Ilyas, Wahyu AW dan Effendi HT sebagai asisten pelatih, serta Sisgiardi sebagi pelatih Kiper. Di susunan manajemen tidak banyak yang berubah, hanya Manager yang tahun ini dipercayakan kepada T. Ibrahim.

Di deretan pemain, kehilangan Asep Budi dan Vivi Asrizal, coba ditutupi dengan mendatangkan Aliyah Alfuad dan Irfan Yunus Mofu. Alfuad adalah pemain PSPS musim lalu dan Irfan Yunus Mofu adalah eks pemain Persipura Jayapura. Selain itu para pemain Aceh yang sebelumnya berkostum Aceh United juga dipulangkan ke Persiraja, seperti Feri Komol, Ihkwani, Assanur Rizal Torres, Fayrushi dan Wahyudi.

Di sektor kiper, kembalinya si anak hilang Fakhrurazi Kuba diharapkan mampu menutupi kelemahan-kelemahan musim lalu. Juga kembalinya dua anak hilang lain di posisi sayap Nurul Zikra dan Dian Ardiansyah. Namun, keinginan kembalinya Husnuzhon oleh suporter, belum berhasil dilakukan manajemen, meski berbagai upaya telah kita lakukan, mulai pendekatan personal, sampai mengirim surat resmi ke Pangkostrad, hingga penutupan pendaftaran pemain pada 22 Juni 2019, izin Husnuzhon (Anggota TNI) untuk memperkuat Persiraja, tetap tidak keluar.

Para pemain baru ini diharapkan mampu mengangkat Persiraja bersama pemain-pemain lama yang masih dipertahankan, seperti Zamrony, Andre Abubakar, Muhklis Nakata, Luis Irsandi, Aulia Rahchmat, Rizky Yusuf Nasution, Andika Kurniawan, Fahrizal Dillah, Defri Riski, Mudasir, Agus Suhendra, M. Hidayat, Heni Pele Musawir, ditambah dengan para pemain hasil seleksi, Maidusri, Ihkwan dan Wahyu.

Liga 2 Indonesia musim 2019 bisa jadi menjadi salah satu musim yang paling berat secara finansial. Dikarenakan naiknya harga tiket pesawat. Melambungnya harga tiket pesawat mengharuskan manajemen memutar otak, dan pilihan transit di Kuala Lumpur adalah salah satu alternatif yang harus dilakukan.

Dengan mengambil langkah untuk transit di Kuala Lumpur, sekali perjalanan tim bisa hemat sebesar Rp20.000.000., (Dua Puluh Juta Rupiah), dengan perbandingan sebagi berikut:

Harga tiket pesawat domestik Banda Aceh-Yogya perorang adalah sebesar Rp. 3.200.000., (Tiga Juta Dua Ratus Ribu Rupiah), sementara menggunakan maskapai Air Asia harga tiket pesawat termasuk bagasi hanya Rp. 2.200.000., (Dua Juta Dua Ratus Ribu Rupiah). Perorang bisa hemat Rp. 1.000.000., (Satu Juta Rupiah), dikalikan 23 orang maka tim bisa berhemat sebesar Rp. 23.000.000., (Dua Puluh Tiga Juta Rupiah)

Permintaan secara tertulis sudah pernah disampaikan kepada PT. Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai Operator Liga 2 dan PSSI. PT. LIB dan PSSI tidak boleh menyamaratakan semua klub dalam hal subsidi. Subsidi harus disesuaikan dengan jarak tempuh sebuah klub. Selain itu, dalam permintaan tersebut Persiraja juga mendesak PSSI untuk bekerjasama dengan maskapai lokal milik pemerintah, agar klub-klub tidak terbebani terlalu besar menyangkut harga tiket pesawat.

Permintaan ini masih dipertimbangkan oleh PSSI dan PT. LIB, walaupun secara sekilas PT. LIB sudah menjawab bahwa bekerja sama dengan Maskapai milik Pemarintah masih sulit unuk dilakukan.

Terlepas dari itu, Liga 2 sudah dimulai. Perjuangan Persiraja menuju Liga 1 dimulai dari Batang, dan sore indah di Yogya ini semoga menjadi awal yang baik untuk semua. Untuk musim Persiraja yang hebat.[]

Yogyakarta, 20 Juni 2019

Leave Comment

Loading...