Karena Persiraja adalah Cinta Pertama Saya
Sekum Persiraja, Rahmat Djailani. Foto: MO

CATATAN SEKUM PERSIRAJA

Karena Persiraja adalah Cinta Pertama Saya

Pernah jatuh cinta? Pernah rasakan jatuh cinta? 

Begitulah kali pertama ketika Abang saya mengajak saya untuk menonton Persiraja, pertama sekali pada tahun 1994. Liga Indonesia pertama.

Pada saat itu Persiraja melawan Medan Jaya, yang diperkuat dua legiun asing Gigi Claudio dan Cinca Marius. Saya hafal namanya sampai sekarang.

Cinta itupun lahir kepada Persiraja. Kepada fanatisme yang tak bertepi. Cinta kepada rasa bangga yang tak berwujud.

Sampai sebelum tahun 2017 yang lalu, ketika saya ditempatkan sebagai Sekretaris Umum Persiraja oleh sang Presiden H. Nazaruddin Dek Gam, saya masih tetap pendukung setia Persiraja. Selalu menonton dan selalu membeli tiket Pintu A. Duduk di belakang Bench Persiraja, supaya bisa melihat langsung para pemain Persiraja.

Ditunjuk sebagi Sekretaris Umum Persiraja adalah, seperti cinta yang menemukan tempatnya. Seperti malam yang diterangi para bintang. Indah sekali.

Cinta pertama adalah abadi. Seperti cinta kita kepada Illahi Rabbi. Ketika lahir, suara pertama yang kita dengar adalah Allahu Akbar, Allahu Akbar...
Allahu Akbar, Allahu Akbar...
Asshadu'alla Illahaillalhah..
Asshandu'anna Muhammadar Rasulullah...
Akan Abadi sepanjang masa, sekalipun tidak berwujud...

***

Setelah arak-arakan malam itu, saya mendengar seorang laki-laki yang tidak lagi muda dan tidak boleh juga dianggap tua, di depan ribuan orang di depan para pembenci dan pencintanya, di depan para haters dan pemujanya di berujar: “Ada dua hal yang ingin saya sampaikan malam ini, yang pertama jangan pernah berhenti mencintai klub ini, dan yang kedua jangan ragukan kami,” ujar Muhklis Nakata.

Kalimat singkat menusuk ke dalam hati dan jantung. Menembus mata batin para pembenci yang selama ini hanya bisa nyinyir dan menghujat.

Sapardi Joko Darmono pernah menyederhanakan sebuah cinta, katanya, "aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada",

Tapi cinta ini bukan cinta biasa, setelah Illahi Rabbi, para Rasul dan para walinya, setelah para ulama dan sanak keluarga, Persiraja adalah cinta saya selanjutnya..

Karena cinta Pertama, akan abadi sepanjang masa.

Leave Comment

Loading...