Dek Gam: Persiraja Butuh Dana Besar di Liga 1
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat menjamu makan malam pemain Persiraja. Foto: Ist

Dek Gam: Persiraja Butuh Dana Besar di Liga 1

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menjamu makan malam pemain, pelatih dan manajemen Persiraja di Pendopo Gubernur, Selasa (3/12) malam.

Jamuan makan malam tersebut dhadiri juga Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kadispora Aceh Dedy Yuswadi, Asisten II T Ahmad Dadek, Dirut Bank Aceh, Haizir Sulaiman, Kepala Bappeda Aceh Helvizar, serta mantan Bupati Aceh Barat, Haji Tito.

Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh rakyat Aceh yang sudah mendukung dan mendoakan Persiraja lolos ke Liga 1.

Menurutnya sudah 12 tahun Persiraja berpuasa (tidak di kasta tertinggi), dan itu bukan waktu yang singkat. Sehingga dengan lolosnya Persiraja ke Liga 1 juga merupakan prestasi bagi Plt Gubernur Aceh.

"Karena saat bapak menjabat, Persiraja kembali masuk ke Liga 1," kata Nazaruddin Dek Gam.

Dek Gam-sapaan Nazaruddin--juga menyampaikan kalau Persiraja butuh dana besar untuk mengarungi Liga 1 musim depan. Ada tiga opsi yang ditawarkan Dek Gam kepada Gubernur Aceh.

Pertama, Persiraja membutuhkan dana Rp 40 miliar dengan target papan atas, opsi kedua membutuhkan dana Rp 25 miliar bermain di papan tengah, dan yang ketiga kita butuh Rp 15 Miliar dan itu hanya numpang lewat di Liga 1.

"Semuanya tergantung dari pak gubernur, kalau opsi ketiga numpang lewat, maka saya mundur dari Persiraja. Insyaallah saya yakin pak gubernur akan pilih opsi pertama," ujar Dek Gam.

Sudah tiga tahun Persiraja berada di bawah kepemimpinan Dek Gam. Ia mengaku sudah menghabiskan untuk miliar rupiah. Banyak waktu dan pikiran yang harus dicurahkan untuk membawa Persiraja masuk dalam Liga 1.

"Lelah dan capek, tiga tahun di Persiraja, saya menghabiskan unag Rp 15 miliar. Kalau hitungan kasar, ada 10 beko saya hilang demi Persiraja. Kalau hitung toko di Keutapang, dua deret kiri dan kanan habis saya," ujarnya.

Tentu saja, ia tidak meminta penghargaan apapun atas prestasi yang sudah diraih itu. Karena Persiraja sekarang bukan milik Banda Aceh lagi, tapi milik Aceh, karena disini pemain Persiraja hampi berasal dari seluruh Aceh.

"Semua prestasi ini bukan karena kehebatan saya, tapi semua berkat doa masyarakat Aceh dan doa pak Gubernur Aceh," ujarnya.

"Kami ingin kebangkitan sepak bola Aceh kembali bergairah, dan sekarang sudah berhasil kami buktikan. Sudah menjaga marwah sepak bola Aceh. Sangat besar harapan masyarakat Aceh begitu Persiraja masuk ke Liga 1, 80 persen rakyat Aceh pasti senang dengan keberhasilan ini," ungkapnya.

Leave Comment

Loading...