Surat Cinta untuk Mbak Nella Kharisma

Catatan Perjalanan Sekum Persiraja

Surat Cinta untuk Mbak Nella Kharisma

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Kehadapan Mbak Nella Kharisma yang baik. Perkenalkan saya Rahmat Djailani, Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, salah satu klub peserta Liga 1 Indonesia Tahun 2020, dan baru promosi tahun ini. Melalui surat cinta ini izinkan saya memanjatkan doa, agar Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada Mbak Nella serta terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus menghibur rakyat Indonesia.

Saya sengaja menuliskan surat cinta terbuka kepada Mbak Nella karena tidak tau hendak kemana surat ini akan dialamatkan, karena saya tidak tau alamat Mbak Nella. Saya sudah coba mengirimkan Direct Masssage di Instagram Mbak Nella tapi tidak mendapat balasan. Saya maklum, karena dengan Folower Mbak Nella yang puluhan ribu itu, tidak mungkin Mbak Nella punya waktu untuk menjawab DM, apalagi Mbak Nella belum Follback saya.

Mbak Nella yang baik, semoga surat ini sampai di hadapan Mbak Nella Kharisma dan Mbak bisa punya waktu untuk membaca, karena memang Indonesia dan dunia sedang Pandemi Covid 19 atau biasa disebut Corona, pasti jadwal manggung On Air dan Off Air berkurang, dan Mbak Nella punya banyak waktu dirumah mensukseskan kampanye #stayathome, sambil memasak atau justru latihan lagu-lagu baru. Bahkan Liga 1 Indonesia pun saat ini sedang dihentikan Mbak Nella. Saya cuma kasih tau saja walaupun Mbak Nella tidak mau tau.

Surat cinta terbuka ini saya tulis untuk menyampaikan rasa terima kasih yang teramat dalam kepada Mbak Nella dan teman-teman yang telah membuat puluhan vidio klip melalui CD atau DVD yang kemudian dapat dibeli oleh sopir-sopir bus. CD dan DVD inilah yang kemudian menemani kami sepanjang perjalanan Tour Away kami di Pulau Jawa pada Liga 2 2019 yang lalu. Tidak hanya itu, bahkan sejak dari Tahun 2018, setiap Tour ke Jawa Mbak Nella selalu bersemangat, ceria dan ramah senyum selalu bersama dan menemani kami di dalam bus.

Tahun 2018 ketika kami Away ke Kendal, Rembang, Batang, dan Madiun untuk Persis Solo, tak henti-hentinya Mbak Nella terus bersenandung. Saya yang selalu ikut bersama tim saat Away merasa ada kedekatan “emosional nan Magis” diantara Tim Persiraja dengan Mbak Nella, sehingga suara Mbak Nella sekarang benar-benar merasuk kedalam jiwa dan raga para pemain Persiraja.

Tidak hanya itu, tahun 2019 yang tim pulau Jawa hanya tinggal Persibat Batang dan PSCS Cilacap pun, Mbak Nella masih dengan sangat anggun dan percaya diri terus menemani kami sepanjang jalan. Saya tidak bisa bayangkan kalau Mbak Nella bernyanyi Live selama 12 jam perjalanan kami dari Yogyakarta ke Cilacap misalnya, atau perjalanan 8 jam dari Yogyakarta ke Batang pada Tahun 2019 yang lalu. Ini baru berangkatnya saja, belum lagi pulangnya.

Saya tidak bisa bilang bosan, walaupun jengkel, karena ternyata para pemain kami ada yang sangat menikmati setiap kalimat dan lantunan lagu Mbak Nella. Sekalipun lagunya dalam bahasa Jawa, tapi banyak mereka yang sudah hafal. Padahal mereka bukan orang Jawa.

Mukhlis Nakata dan Fery Komol orang Aceh asli, sekarang malah lebih hafal lagu Mbak Nella dibandingkan dengan syair-syair Dalaee Khairat. Terbukti dari satu lagu ke lagu yang lain mereka bisa mengikuti terus dengan baik.

Judulnyapun mereka hafal semua Mbak Nella. Mundur Alon-Alon, Konco Mesra, Ditinggal Rabbi, Kartononyo Medot Janji, Demi Kowe, sampai ke lagu Pamer Bojo, padahal saya yakin sekali kalau diminta sebutkan lima saja nama mentri kabinet kerja, mereka cuma bisa jawab tiga nama. Itupun masih ada yang salah, karena mereka berdua pasti menyebutkan nama Susi Puji Astuti sebagai Mentri, padahal sudah tidak menjabat lagi.

Ada satu lagi Mbak Nella. Bang Sisgiardi, dia pelatih Kiper kami Tahun 2018. Dia selalu membela Mbak Nella. Ada dari kami yang minta diputarkan lagu lain, Bang Sis tidak mau. Dia tetap ngotot harus Nella Kharisma. Saya melihat Bang Sisgiardi memiliki energi lebih setiap mendengar lagu-lagu Mbak Nella, entah energi postif atau negatif. Tapi wajah bang Sisgiardi selalu lebih cerah setiap turun bus ketika kami sudah sampai di tujuan, padahal kami semua sudah kelelahan, dan saya sendiri agak sedikit jengkel karena Mbak Nella tidak berhenti-berhenti bernyanyi.

Ooo bukan. Bukan karena saya tidak suka lagu Mbak Nella. Bukan juga saya tidak suka melihat Mbak Nella, justru saya sayang dan mengkhawatirkan Mbak Nella karena bernyanyi terus tanpa henti. Pasti capek dan tenggorokannya sakit. Jadi saya harap Mbak Nella berhenti bernyanyi walau sebentar. Istirahat, minum jamu, warnai kuku lagi pakai kotex, atau sekedar minum jus jeruk nipis untuk menjaga suara, baru kemudian bernyanyi lagi. Walaupun saya akan tutup telinga, karena tidak kuasa membayangkan tenggorokan Mbak Nella bernyanyi terus selama 12 jam Yogyakarta –Cilacap.

Mbak Nella Yang baik.

Sekali lagi melalui surat ini saya mau mengucapkan terima kasih banyak karena sudah menemani perjalanan kami melewati jalan-jalan legend di lintas Jawa dalam mengarungi Kompetisi Liga 2 kemarin. Saya percaya Mbak Nella punya kontribusi (walaupun banyak yang tidak setuju) untuk membuat Persiraja Promosi ke Liga 1.

Paling tidak sudah membuat pemain-pemain saya seperti Fery Komol, Muhklis Nakata, Agus Suhendra, Husnuzhon, Mudasir, dan juga yang lainnya tambah bersemangat ketika alunan merdu suara Mbak Nella menemani mereka.

Tapi maaf, saya tidak berani menyebut nama mbak Nella didepan Kuba, Assanur Rizal dan Ikhwani. Mereka tidak suka Mbak Nella. Bagi mereka cukup dengan Apache dan A Bakar AR. Selesai semua. Sekali-kali bolehlah Kande dan Rialdoni.

Sekalipun demikian Mbak Nella jangan bersedih. Pelatih Kepala kami Hendri Soesilo tetap ngefans sama Mbak Nella. Walaupun tidak keras-keras mengikuti Mbak Nella benyanyi, saya memperhatikan sekali-kali tetap muncul irama :“Buka Sitik Joss” dari mulutnya, pertanda dia tetap ngefans sama Mbak Nella.

Demikian dulu Mbak Nella. Saya akhiri surat ini dengan harapan semua kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT dan pandemi Virus Corona segera berakhir di dunia terutama di Indonesia dan Liga 1 Indonesia Tahun 2020 bisa dilanjutkan lagi, karena Mukhlis Nakata dan Fery Komol sudah tidak sabar untuk bisa menikmati suara Mbak Nella lagi. (tapi maaf saya tidak).

Banda Aceh, 30 Maret 2020

Peluk dan Cium dari Aceh (Ecek-Ecek Aja)
Rahmat Djailani

Leave Comment

Loading...